Jumat, 10 Maret 2017
Manfaat Pisang
Jumat, 03 Maret 2017
Mencerahkan Jiwa dengan Menulis
Setiap Orang Bisa Menulis
Kamis, 24 November 2016
Juraij dan Doa Ibunya
Juraij dikenal sebagai ahli ibadah. Setiap hari ia rajin melakukan segala macam ibadah. Suatu saat, ia sedang melakukan shalat. Ibunya datang lalu memanggil Juraij. "Hai, Juraij!"seru ibunya.
Juraij tetap shalat. Ia tidak menghiraukan seruan ibunya. Akhirnya, ibunya pun pulang.
Keesokan harinya, ibu Juraij datang lagi. Sementara Juraij waktu itu sedang shalat. Ibunya memanggil Juraij. Namun, Juraij tidak menghentikan shalatnya. Di hari berikutnya juga sama. Karena kesal, ibunya berdoa, "Ya Allah, jangan Engkau mengambil nyawanya, hingga ia melihat wanita pelacur!"
Di lain waktu, orang-orang ramai membicarakan ketekunan Juraij dalam beribadah. Kemudian muncul seorang wanita pelacur dan berkata kepada mereka, "Jika kalian mau, aku siap menggoda Juraij."
Wanita pelacur itu mendatangi Juraij dan menggodanya dengan bujuk rayu. Tetapi, Juraij tidak bergeming.
Karena rayuannya tidak mempan, wanita pelacur itu menggoda seorang penggembala yang tidak jauh dari tempat Juraij. Akhirnya, si penggembala berzina dengan wanita tersebut. Beberapa waktu kemudian wanita itu hamil.
Setelah bayi lahir, wanita pelacur itu berbicara kepada banyak orang, bahwa ayah bayi itu adalah Juraij.
Orang-orang pun marah dan mendatangi Juraij. Mereka menyeretnya keluar serta memukulinya. Juraij bertanya, "Apa urusan kalian?"
"Anda berzina dengan wanita pelacur dan ia sekarang telah melahirkan bayi," jawab mereka.
Juraij merasa heran. "Di manakah bayi itu?" tanya Juraij. Mereka pun mendatangkan bayi tersebut. Juraij berkata, "Biarkan aku shalat dahulu."
Selesai shalat, Juraij menemui bayi itu. Sambil menepuk perut bayi, ia bertanya, "Siapakah ayahmu?" Allah menunjukkan kekuasaannya, bayi itu menjawab, "Si penggembala."
Setelah melihat keajaiban tersebut, orang-orang yang memukuli Juraij langsung meminta maaf.
"Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orangtuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orangtuamu. Hanya kepada Aku kembalimu." (QS. Luqman: 14)
Selasa, 22 November 2016
Lelaki Pemaaf
Suatu hari, di tempat yang teduh Rasulullah berkumpul dengan para sahabatnya. Rasulullah memberi kabar kepada para sahabatnya. "Sebentar lagi calon penghuni surga akan datang di hadapan kalian", kata Rasulullah.
Mendengar kabar tersebut para sahabat merasa heran, terdiam, dan saling beradu pandang. "Siapa gerangan orang yang dimaksud Rasulullah tersebut", begitu pikir mereka.
Sejurus kemudian, datanglah lelaki sederhana di hadapan para sahabat. Air wudu masih menetes dari janggut lelaki tersebut. Sementara tangan kirinya menenteng sandal.
Keesokan harinya, Rasulullah kembali menyampaikan kabar yang sebelumnya. Lalu lelaki yang kemarin datang kembali.
Di hari berikutnya, Rasulullah mengulangi perkataannya. Lagi-lagi lelaki itu datang kembali.
Akhirnya, seorang sahabat, Abdullah bin Amr merasa penasaran. Ia membuntuti lelaki tersebut. Lalu bertanya, "Wahai, sahabatku, izinkan aku menginap di rumahmu tiga hari."
Selama tiga hari itu Abdullah bin Amr semakin heran. Ibadah lelaki tersebut tidak ada yang istimewa. Lalu, apa gerangan yang membuatnya masuk surga? Itulah pertanyaan yang berkecamuk di benak Abdullah bin Amr.
Kemudian, Abdullah bin Amr berkata kepada lelaki tersebut. "Aku sudah tiga hari di sini, tetapi aku tidak melihatmu melakukan ibadah yang istimewa. Mengapa Rasulullah menyebutmu salah satu calon penghuni surga?"
Lelaki tersebut menjawab, "Aku memang tidak melakukan amalan ibadah yang istimewa. Sebelum tidur, aku selalu memaafkan saudara seiman yang berbuat salah kepadaku. Aku juga berusaha menghindari rasa iri dan dengki terhadap nikmat Allah yang diberikan kepada mereka."
Akhlak lelaki tersebut bersesuaian dengan Al Quran Surat An Nisa' ayat 149 berikut ini, "Jika kamu menyatakan sesuatu kebajikan, menyembunyikannya. atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sungguh, Allah Maha Pemaaf, Mahakuasa."
Makar Terbesar
Makar itu diperbolehkan di negara Islam manakala punya kekuatan seimbang atau penguasa telah menyimpang dari ajaran Islam.
Makar terhadap negara kafir harus terus dilakukan hingga mereka mau tunduk terhadap hukum Islam dan setia membayar jizyah serta tidak memberontak.
Makar terbesar kaum kafir terhadap Allah adalah mereka mengatakan bahwa Allah itu mempunyai anak dan menganggap bahwa Tuhan itu ada tiga.
Perkataan dan anggapan kaum kafir tersebut merupakan fitnah terbesar di muka bumi. Bahkan langit pun hendak runtuh.
Wahai, singa-singa Islam bangkitlah dan perangilah kaum kafir hingga tidak ada lagi fitnah di muka bumi. Bersiaplah. Teruslah bergerak. Niat kita menentukan tempat kita di akhirat. Belalah negara Islam. Janganlah kita mati di negara yang tidak menerapkan syariat Islam.
Senin, 21 November 2016
Demokrasi Maya
Media massa, televisi, dan internet dikuasai kaum kafir. Kafir yang saya maksud adalah orang yang ingkar dan tertutup hatinya dari agama Allah. Hanya Islam satu-satunya agama Allah. Yang lain hanya ngaku-ngaku ajaran Tuhan, tapi sudah terkotori tangan manusia.
Ya, media kafir itu tidak memihak umat Islam. Media tersebut mereka gunakan untuk kampanye politik dan memuluskan agenda terselubung mereka. Semua kebusukan dan kepalsuan dikemas apik dengan pencitraan yang luar biasa.
Mereka memenangkan pertarungan politik di dunia maya. Mereka cukup membayar para buzzer dan para peternak akun palsu serta akun robot. Tidak ketinggalan pula mereka sewa lembaga survei. Lagi-lagi yang mereka survei adalah para pemilik akun bodong tadi. Menanglah mereka.
Umat Islam lengah dalam memanfaatkan dunia maya untuk berjuang melawan kaum kafir. Umat terlena dengan propaganda gaya hidup hedonis dan terbuai dengan budaya populer.
Ketika umat Islam yang mayoritas hedonis tadi mendengar Al Quran dinista kaum kafir, serentak mereka tersadar. Secara instan mereka bersatu dalam aksi demonstrasi bersama. Namun, menurut saya justru Al Quran itu sudah lama diabaikan oleh umat Islam sendiri.
Kasus penistaan Al Quran ini harus menjadi titik balik perlawanan nyata berbasis sosial untuk membalik keadaan semu yang dicitrakan oleh kaum kafir melalui dunia maya.
Partai Umat Islam itu Satu
Pemerintah yang berkuasa berasal dari partai pemenang pemilu. Partai itu lahir dari ideologi. Sedangkan ideologi merupakan hasil daya cipta dan karsa sang ideolog.
Para ideolog bertebaran sejak dipisahkannya gereja dari negara. Para ideolog ini mencoba memeras otak mencari potret dan pola ideal manusia dalam kehidupan tanpa dogma dan doktrinitas agama. Dari sinilah isme-isme berkembang. Kini, polarisasi isme tersebut terbelah menjadi liberalisme dan sosialisme .
Sampai sekarang pihak gerejawan tidak mampu membendung kedua ideologi tersebut. Karena dogma dan doktrin gereja sendiri sudah tercampur dengan hasil pemikiran manusia.
Hal ini berbeda dengan ajaran Islam yang memiliki otentisitas yang terjaga. Ajaran Islam yang murni tidak mudah dicampuri tangan manusia. Hanya Islam saja yang dapat membendung serangan liberalisme dan sosialisme.
Teori determinasi sejarah ala Karl Marx mengatakan bahwa setelah kapitalisme, maka yang akan berjaya adalah sosialisme. Justru, sosialisme sekarang tidak berdaya melawan liberalisme/ kapitalisme. Negara-negara yang mengaku paling sosialis pun, kini lebih kapitalis dari negara-negara Barat. Bahkan daya rusaknya lebih hebat.
Jadi, hati-hatilah dalam memilih calon pemerintah Anda. Karena pemerintah asalnya adalah partai. Partai bermula dari ideologi. Sedangkan ideologi tercipta dari hasil kreasi pemikiran manusia yang sebelumnya steril dari pengaruh agama. Berarti ide tersebut berasal dari hawa nafsu. Sedangkan hawa nafsu guru pembimbingnya adalah setan.
Ingat dan catat bahwa di Al Quran partai umat Islam itu hanya satu, yaitu hizbullah. Sedangkan partai setan itu banyak, yaitu hizbusy syayathin.
Calo Resmi Kapitalisme
Pemerintah gencar melakukan pemberantasan pungutan liar (pungli). Pungutan ini liar karena tidak resmi. Kalau yang resmi disebut pajak, retribusi dan bunga. Padahal hakikatnya sama. Baik yang resmi atau liar, pemungutnya disebut calo, makelar, broker, pemalak, atau perantara.
Calo resmi yang diikat oleh regulasi dan konstitusi adalah bank. Penjajahan kapitalisme yang paling mencengkeram kuat perekonomian suatu negara adalah melalui bank. Bank itu sejatinya menindas. Bukan menyejahterakan rakyat. Kalau ada gerakan tarik seluruh uang dari bank itu perlu didukung supaya rakyat terlepas dari penjajahan kaum kapitalis.
Calo yang tidak resmi yang melakukan pungli ramai diciduk pemerintah. Sementara calo resmi dibiarkan merajalela. Bank keliling banyak berkeliaran di kota maupun di desa. Berkedok koperasi dan kemudahan pencairan dana.
Seluruh bank baiknya ditutup. Ganti dengan muamalah berbasis dirham dan dinar.
Ada calo yang lebih hebat dari bank, yaitu pemerintah. Lebih tepatnya disebut pemalak atau tukang palak. Pemerintah memalak rakyat melalui pajak. Di zaman kerajaan kuno, pajak adalah upeti. Di kalangan preman, upeti ini disebut uang jago.
Pajak di negara Islam diharamkan. Ketaatan rakyat kepada penguasa berdasarkan bai'at bukan pajak.
Banyak sekali kekeliruan dan kepalsuan penguasa atau pemerintah bila kita mengkajinya dari sudut pandang Islam. Ini merupakan kesempatan untuk menampilkan kembali ajaran Islam yang mulai terasa asing di era modern.
Dari perspektif hukum positif Barat, pajak, retribusi, dan bunga itu dianggap sah dan lumrah. Dan celakanya, hal ini mendapat justifikasi dari para agamawan. Alasannya, untuk kemaslahatan. Bila rakyat menolak pajak, maka atas nama konstitusi pemerintah akan memenjarakan rakyat. Nanti akan muncul kerusuhan, pemberontakan, dan peperangan. Supaya ini tidak terjadi, para agamawan dirangkul penguasa untuk memberikan stempel bahwa pajak itu halal.
Bagi rakyat yang tercerahkan lebih baik hidup di negara yang bersyariah daripada mati di negeri para pemalak.
Kamis, 29 Mei 2014
Hidup di Akhir Zaman
Ada pilihan lain selain bertahan di dalam rumah dari serangan pengaruh negatif, yaitu pergi ke lereng gunung disertai menggembala kambing dengan memperbanyak ibadah mahdhah untuk menyelamatkan iman. Atau aktif melakukan amar ma'ruf nahi munkar. Ada juga riwayat lain, yaitu aktif "meneror" musuh-musuh Allah Swt. dari belakang mereka. Jadi, peran seorang Muslim di akhir zaman ini cuma ada tiga pilihan, diam di rumah, hijrah ke gunung atau menjadi teroris bagi musuh-musuh Allah Swt.
Saya kira dengan arahan sunnah Rasulullah Swt. tersebut, tidak ada pilihan lain selain yang di atas. Jika kita memperbanyak diam di rumah, bagaimana dengan kewajiban suami untuk mencari nafkah dan yang lainnya. Keberuntungan seorang Muslim secara duniawi adalah istri dan anak shaleh, tempat mencari nafkah yang dekat, tetangga dan lingkungan yang baik serta memiliki kendaraan yang bagus. Untuk itu pilihlah pekerjaan rumahan, home industry, bisnis online atau menjadi freelancer. Bayangkan jika suami banyak keluar rumah karena tempat kerja yang jauh, sementara di jalanan sering melihat wanita-wanita telanjang, tabaruj dan ikhtilath, maka ia harus segera pulang menemui istrinya untuk melampiaskan hasratnya. Begitulah yang disuruh Rasulullah Saw. Jika sang suami timbul hasrat seksual ketika melihat wanita lain, ia harus segera pulang menemui istrinya. Apakah bisa bekerja dengan sering bolos pulang? Bisa saja asalkan kita tidak bekerja di perusahaan orang lain, tetapi bekerja di perusahaan sendiri.
Godaan melihat wanita lain tidak hanya terjadi di luar rumah di selular genggam pun bisa. Untuk itu hindari sebisa mungkin dari semua pengaruh peralatan elektronik. Misalnya, dengan menjual tv lalu dibelikan Al Quran terjemah dan buku-buku yang bermanfaat. Bisa juga dengan menggunakan handphone dan komputer seperlunya, tidak berlama-lama menggunakannya. Sebab, pengaruh buruk dari radiasi alat-alat elektronik tersebut akan merugikan para suami. Di antaranya, berpengaruh pada kualitas sperma. Nanti akan banyak lahir anak perempuan ketimbang anak laki-laki. Di akhir zaman akan ada lonjakan jumlah wanita disebabkan kromosom untuk janin laki-laki berkurang akibat radiasi dari alat-alat tadi. Selain itu, dengan mengurangi dan kalau bisa menghindari alat-alat tersebut, akan luput dari deteksi musuh-musuh Allah Swt. Apalagi jika kita memilih peran yang ketiga, yaitu menjadi teroris, harus ekstra hati-hati.
Kamis, 22 Agustus 2013
Serangan 9/11: Penguak Topeng Penguasa
Kondisi ini nampak teramat parah manakala ada sebagian saudara kita yang Muslim terpisahkan oleh batas negara. Saat mereka dianiaya dan dibantai secara membabi buta, kita tidak kuasa menolongnya. Hanya lantunan doa yang tersampaikan. Upaya pembelaan melalui jihad terkendala ijin imigrasi dan larangan membawa senjata. Padahal senjata itu sejatinya tidak boleh ditinggalkan dan ditanggalkan. Selamanya kaum Muslimin harus waspada. Namun, karena berada di bawah kekuasaan negara yang tidak berhukumkan syariat, membawa senjata termasuk hal yang melanggar hukum.
Tidak ada guna bermuram durja. Mari benahi internal umat Islam. Bila kita mengejar ketertinggalan kita dengan musuh dari segi materi maka tidak akan terkejar. Jaraknya sekitar 20 tahunan. Apa yang tidak dimiliki musuh hari ini adalah celah peluang yang harus kita manfaatkan. Kekuatan ruhani adalah hal yang paling hancur pada diri musuh. Umat Islam bisa memperkuat kembali kekuatan spiritual dan moralnya dengan cara menggali kembali ajaran-ajaran luhur yang dimilikinya.
Setelah kekuatan mental, spiritual, dan moral kita genggam dengan erat, kita tidak boleh lengah atas kekuatan militer. Hanya bahasa senjata yang bisa dipahami musuh. Musuh kita sangat haus dengan konfrontasi langsung dengan kita. Namun, tidak satupun negara yang berpenduduk mayoritas Muslim yang mau berperang dengan kekuatan militer. Kebanyakan negara-negara tersebut menjadi sekutu musuh terutama dari pejabat pemerintah, parlemen, tentara dan para pengusahanya.
Hanya Al Qaeda yang berjumlah kecil. Sebuah jamaah yang konsisten dengan syariah dan jihad. Mereka ini bukan negara, tapi hanya sebuah jamaah atau tanzhim. Tetapi mengapa eksistensi mereka begitu ditakuti musuh? Ada apa di balik kekuatan kecil tersebut? Mereka hanya menyatakan beriman kepada Allah lalu istiqamah. Mereka benar-benar menjalankan ketaqwaan, tilawah dan jihad (haqqa tuqatih, haqqa tilawatih dan haqqa jihadih).
Inilah lokomotif yang akan membawa gerbong-gerbong umat Islam ke arah perjuangan yang nyata. Melawan musuh bersama yang begitu jelas teridentifikasi dan terdefinisikan. Musuh nyata tersebut adalah Yahudi dan Nashrani. Wahai ormas, parpol, jamaah, dan harakah Islam bersatulah untuk menghantam musuh bersama yang begitu nyata seterang mentari bersinar di tengah hari. Apakah kalian masih terlena dan terbutakan oleh fatamorgana dan "imagine" bahwa mereka adalah polisi dunia, penyelamat bumi dan pembela HAM.
Sejak serangan 9/11 terbukalah semua kedok dan topeng musuh kita. Dunia terbelah menjadi dua kubu yang saling berseteru. Perang antara haq dan bathil begitu kentara. Siapa lawan dan kawan nampak di depan mata. Kemunafikan dan kekafiran telah dibukakan. Topeng para penguasa terkuak lebar. Mereka sebenarnya para bandit yang menyamar jadi pengayom rakyat. Pemerintahan boneka yang mereka jalankan adalah kue-kue thaghut demokrasi yang mereka kejar dan nikmati. Apakah pemimpin seperti ini layak ditaati? Apakah sistem yang mengarah kekafiran yang layak dijalani? Mari kita renungkan.
Jumat, 25 Januari 2013
Menemukan Makna
Perintah membaca mendahului perintah shalat, haji, jihad dan sebagainya. Ini berarti membaca merupakan perintah utama dalam hidup manusia yang dikehendaki Allah. Membaca adalah alat untuk memahami sesuatu. Menguasai alat ini merupakan keharusan pokok yang wajib dimiliki manusia. Tanpa alat ini manusia akan gagal menjalani tugasnya sebagai khalifah di muka bumi. Manusia juga tidak akan tahu caranya mengabdi kepada Allah.
Untuk menguasai alat ini (kemampuan membaca) diperlukan keinginan yang kuat. Ditambah pula oleh tujuan besar yang ingin dicapai. Tanpa memiliki tujuan, niscaya akan sedikit upaya yang dilakukan. Salah satu tujuan membaca adalah menemukan makna. Bisakah makna ditemukan melalui membaca? Jawabannya bisa.
Untuk menemukan makna bacalah buku-buku yang bergizi. Buku yang bergizi adalah buku yang penuh nutrisi untuk akal dan jiwa, rasio dan rasa, pikir dan dzikir, jasmani dan rohani, intelektualitas dan spiritualitas, dan bentuk keseimbangan hidup manusia lainnya.
Bagi pemula dalam membaca, mulailah dengan membaca Al Quran dan hadits. Kemudian ilmu-ilmu syariat, sejarah, keahlian khusus, fenomena, dan buku-buku untuk selingan - menghibur jiwa. Bacalah 80% buku-buku tentang hidup Anda. Sementara 20% sisanya bacalah tentang semesta ini.
Tulislah apa yang Anda baca. Tulisan-tulisan Anda adalah menunjukkan siapa Anda. Anda adalah apa yang Anda baca dan tulis. Bisa dibayangkan jika membaca dan menulis Anda tinggalkan berarti Anda tidak ada. Sebab, dengan membaca dan menulis Anda terlahir sebagai manusia penuh. Manusia seutuhnya. Manusia yang penuh makna. Manusia yang paling bermanfaat bagi orang lain.
Tulisan-tulisan Anda akan dimanfaatkan oleh orang lain. Tulisan Anda menjadi penyadar bagi orang-orang yang terlena. Motivator bagi orang-orang yang patah semangat. Inspirator bagi kebuntuan pikiran. Cahaya dalam kegelapan.
Maka untuk lebih bermakna, mulailah untuk menulis:
- Riwayat hidup Anda
- Falsafah hidup Anda
- Strategi hidup Anda
Buatlah riwayat hidup sebanyak lima halaman. Niscaya akan terkuak beberapa pengalaman yang bermakna. Anda akan mengabaikan beberapa moment dalam hidup Anda yang dianggap tidak bermakna. Lalu tulislah falsafah hidup Anda, pandangan hidup Anda. Dari catatan ini akan terlihat niali-nilai yang Anda anut. Ajaran moral yang Anda jalani. Tercakup di dalamnya segala persoalan dunia-akhirat menurut perspektif Anda. Untuk menambah bobot tulisan tentang ini, Anda harus terbiasa mengunyah bacaan agama, filsafat, dan psikologi.
Terakhir tulislah strategi hidup Anda. Tulis tujuan hidup yang Anda mimpikan. Lalu buat sasaran atau target yang jelas, baik kuantitas maupun kualitas. Kemudian susun rencana strategi untuk mencapainya.
Demikian tips menemukan makna untuk Anda. Semoga bermanfaat.
Manfaat Pisang
Anda tahu jantung pisang? Kenapa disebut jantung pisang? Karena bentuknya mirip jantung. Jantung pisang itu bisa dimakan mentah maupun setel...
-
Andai semua orang yang punya profesi dan keahlian khusus dapat menulis buku, niscaya ilmu pengetahuan akan berkembang dengan pesat di seluru...
-
Bacalah karena engkau terlahir tanpa ilmu dan Tuhanmu telah mengajarimu dengan pena, maka tulislah agar engkau menemukan makna. Terbanglah ...
-
Menulis itu bisa menghilangkan trauma dan emosi-emosi negatif lainnya. Orang yang terbiasa menulis akan merasakan permasalahan yang membeban...